Malam ini aku berjalan di lorong yang sangat panjang dan gelap , saking gelap nya sampai tidak terlihat cahaya sedikitpun di lorong ini . Lorong yang aku tidak tau saberapa panjang atau berapa lama aku harus berjalan sampai menemukan cahaya atau titik terang itu .
Cemas , takut dan putus asa yang aku rasakan sekarang.
"Ayaahh , Ibuu , Mas ganteng kalian dimana ? aku disini sendirian" , aku takuttt itulah triakan dari dalam hati yang selalu aku teriakan , dan hanya suara isak tangis ku sendiri yang bisa kudengar .
Tiba tiba Sayup sayup dari kejauhan terdengan suara gagah dan tegas , berkata "nengg.. nenggg " , aku berlari mengikuti asal suara itu , aku mencari asal suara itu , dan aku tau itu suara ayah ,cinta pertama ku , orang yang selalu mendekapku dengan penuh sayang. ku coba membuka mulut dan berkata "iya ayah" tapi suara ini terasa berat untuk di ucapkan , hanya hati ini yang bisa berbicara " iya ayah , neng disini " lambat laun suara itu makin menjauh ketika aku sudah tertatih tatih berjalan , entah sudah sejauh apa aku berjalan dan berlari di lorong ini, sudah berapa batu yang terinjak , sudah berapa duri yang ter gores , perih di kaki tak seberapa dibandingkan dengan rasa takut ini .
Disaat sedang mencoba berjalan di antara kegelapan dan batuan yang tajam , berhembus lah angin yang sangatt dingin , membuat gigi dan tulang ini linu , rasa nya benar-benar membuat raga ini tak bernyawa lagi, ku coba berlutut untuk menghindari hembusan angin ini sambil berteriak dalam hati " TOLONG AKU " cukup lama aku menghindari hembusan angin ini , sampai terdengan suara merdu nan menenangkan hati " NENG IKUTI SUARA IBU " , seketika tenaga dan kekuatan ku menjadi penuh , aku tidak merasakan ketakutan lagi setelah mendengar suara ibu , aku berjalan tetap di lorong yang gelap itu dan selalu berharap aku menemukan jalan keluar dan aku bisa melihat cahaya terang ku kembali .
hai lorongku cepatlah berlalu
Komentar
Posting Komentar